Chat with us, powered by LiveChat

Kamis, 06 April 2023

Cantiknya Masjid Cheng Hoo yang Terisnpirasi dari Niujie Mosque Beijing

 Cantiknya Masjid Cheng Hoo yang Terisnpirasi dari Niujie Mosque Beijing

TRAVELLING KITA - Selain Masjid Surabaya - Namira Lamongan dan Masjid Tiban Malang, masih banyak masjid unik lainnya di Jawa Timur. Salah satunya adalah Masjid Cheng Hoo di Surabaya. Masjid ini terletak di Jalan Gading No. 2, Ketabang, Kecamatan Genteng, Surabaya. 

Secara umum, masjid ini sarat dengan nuansa Arab. Namun, masjid ini memiliki arsitektur bergaya Cina. Nama "Cheng Hoo" digunakan sebagai penghormatan kepada Laksamana Cheng Hoo. Karakter Muslim dari Cina.

Sekilas tentang Cheng Hoo

Pada abad ke-15, orang Tionghoa datang ke Nusantara untuk berdagang dan menyebarkan Islam. Menurut situs resmi Islamic Center of the World Mosque, Laksamana Cheng Hoo (Admiral Zhang Hee) atau lebih dikenal dengan Sam Poo Kong atau Pompu Awang tiba dengan armadanya di Pantai Simongan Semarang pada tahun 1410.
Berasal dari Tiongkok, Cheng Hoo berkelana ke kawasan Asia Tenggara untuk berdagang, berteman, dan menyebarkan Islam. Selain itu, ia juga utusan Kaisar Yung Lo yang mengunjungi Raja Majapahit dan menyebarkan Islam ke tanah Jawa.


Pembangunan Masjid Cheng Hoo

Peletakan batu pertama Masjid Cheng Hoo di Surabaya, pada tanggal 15 Oktober 2001 bertepatan dengan perayaan kenaikan Nabi Muhammad SAW.
Pembangunan masjid ini dimulai oleh sesepuh, penasehat, pengurus Perhimpunan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia Jawa Timur, dan tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya. Masjid ini selesai pada 13 Oktober 2002. Masjid Cheng Hoo Surabaya mampu menampung 200 jamaah. Bangunan masjid berdiri di atas sebidang tanah seluas 21 x 11 meter persegi. Bangunan utama berukuran 11 x 9 meter persegi.
Masjid ini juga memiliki delapan sisi di bagian atas bangunan utama. Setiap nomor memiliki filosofi yang unik. Mengutip situs resmi World Mosque Islamic Center, angka 11 merupakan ukuran Ka'bah saat pertama kali dibangun. Angka 9 melambangkan lagu Wali dan 8 pat kwa yang berarti keberuntungan atau kehormatan dalam bahasa Tionghoa.

Masjid Cheng Hoo di Surabaya memiliki keunikan arsitektur dan bentuk menyerupai kelenteng Tionghoa. Namun, beberapa sisi masih memiliki dekorasi Arab. Suatu bentuk akulturasi budaya Arab dan Cina. Merah bata, biru dan hijau mendominasi masjid ini. Menurut kepercayaan Tionghoa, warna-warna ini melambangkan keberuntungan, ketenaran, harapan, dan kemakmuran.
Mengutip situs Badan Litbang Surabaya, pintu masuk masjid berbentuk pagoda bergambar naga dan singa. Di bagian atas pagoda terdapat tulisan tentang Allah.


Arsitektur masjid ini terinspirasi dari Masjid Niujie di Beijing. Pada pembukaannya pada tanggal 28 Mei 2003, Masjid Cheng Hoo mendapatkan Penghargaan MURI sebagai masjid pertama dengan arsitektur Tionghoa di Indonesia.
Selain sebagai tempat ibadah umat Islam dan wisata religi, Masjid Cheng Hoo juga merupakan tempat pendidikan, budaya dan 
seni arsitektur yang ramai dikunjungi wisatawan.

Adapun fasilitas yang ada di Masjid Cheng Hoo Surabaya adalah :

1. Alat ibadah
2. Tempat Wudu
3. Kamar mandi/toilet
4. Tempat penyimpanan sepatu/sandal
5. Taman bermain
6. Tempat parkir
7. Toko suvenir
8. klinik akupuntur
9. PAUD, TK dan SD
10. Lapangan basket
11. Gedung serbaguna





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menelusuri Bangunan Tua Kota Semarang sebagai Obyek Wisata ,KOTA LAMA

  Menelusuri Bangunan Tua ,Kota Semarang sebagai Obyek Wisata ,KOTA LAMA TRAVELLING KITA - Kota Lama Semarang menjadi sebuah saksi sejarah ...