Chat with us, powered by LiveChat

Rabu, 12 April 2023

Menelusuri Bangunan Tua Kota Semarang sebagai Obyek Wisata ,KOTA LAMA

 Menelusuri Bangunan Tua ,Kota Semarang sebagai Obyek Wisata ,KOTA LAMA

TRAVELLING KITA - Kota Lama Semarang menjadi sebuah saksi sejarah akan peradaban yang terjadi beberapa waktu silam. Bahkan kawasan Kota Lama Semarang menjadi salah satu pusat perdagangan di Indonesia.

Sama halnya dengan Kota Tua di Jakarta, Kota Lama Semarang pun memiliki beberapa bangunan kokoh khas Eropa dan hingga saat ini masih digunakan.

Kawasan Kota Lama Semarang sering dimanfaatkan para pecinta fotografi untuk mengambil beberapa gambar dengan gaya vintage.

Apalagi jika di hari libur atau akhir pekan, kawasan Kota Lama Semarang sering dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga ataupun bersantai.

Saat ini Kota Lama Semarang sudah dibuka kembali, kamu dapat mengunjunginya dengan tetap menerapkan aturan prokes yang selama ini berjalan.

Sejarah Kota Lama Semarang

Kota Lama sekarang berbeda dengan Kota Lama pada zaman dulu, meski masih menyimpan bangunan-bangunan bersejarah yang tak mungkin dihilangkan.

Sejarahnya berawal dari kesepakatan antara Kerajaan Mataram dengan pihak VOC, dimana Kerajaan Mataram harus menyerahkan Semarang sebagai pembayaran akan batuan VOC dalam menghadapi pemberontakan Trunojoyo.

Kesepakatan itu terjadi pada tanggal 15 Januari tahun 1678 silam. Sejak itu mulailah dibangun beberapa bangunan mulai dari gedung pemerintahan, rumah-rumah warga, kanal serta benteng yang bernama Vijhoek. Pada abad ke 19 hingga 20, Kota Lama Semarang menjadi pusat perdagangan.

Kota Lama Semarang dulunya sering disebut Outstadt. Di sekitar kawasan Kota Lama terdapat jalan-jalan yang saat itu berfungsi untuk mempercepat jalur perhubungan antar ketiga pintu gerbang. Jalan utamanya bernama Heeren Straat yang saat ini bernama Jl. Letjen. Suprapto.

Karena masih menyimpan bangunan-banguan khas Eropa, kawasan Kota Lama Semarang mendapatkan julukan sebagai “Little Netherland”. Sedikitnya terdapat 50 bangunan kuno yang berada di sekitar Kota Lama Semarang, dan memiliki luas sekitar 31 hektar.

Saat ini beberapa bangunan yang ada difungsikan sebagai:

Gedung Keuangan PAPAK yang dulunya merupakan Gedung Balai Kota.

Bank Mandiri KC Mpu Tantular dulunya merupakan gedung Societiet De Harmonie.

Ada pula Gereja Blenduk yang dibangun pada abad ke 18, dan masih berfungsi hingga saat ini.

Jembatan Mberok yang dibangun pada abad ke 17, yang masih kokoh hingga saat ini. Dan masih banyak lagi yang lainnya.





Selasa, 11 April 2023

Tapak Tilas Misteri Alas Roban

 Tapak Tilas Misteri Alas Roban


TRAVELLING KITA - Kisah-kisah misterius tentang Alas Roban sudah lama terdengar. Alas Roban terletak di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kawasan ini sudah lama dihantui.

Setiap pengendara yang hendak melintasi jalan raya Alas Roban selalu merinding. Bukan hanya jalannya yang berkelok-kelok, namun kisah-kisah mistisnya meninggalkan kesan yang kuat. 

Misteri Alla Roban

Kawasan hutan jati Gringsing Pllen pernah dikenal sebagai tempat pembuangan mayat pada tahun 1980-an. Mayat-mayat itu adalah korban dari penembak misterius (Peter). 

Semua korbannya dipindahkan ke Alas Roban.

Tak hanya itu, puluhan kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di kawasan itu. Banyak orang meninggal di sana karena kecelakaan. Kemudian cerita misterius menyebar di masyarakat. 

Ada yang melihat kuntilanak, pocong hingga genderuwo.Itu benar-benar gelap di trek Alas Roban tadi malam. Masih dikelilingi pohon jati. Jalannya tidak lurus, ada tikungan dan tanjakan terjal. 

Tentunya jika setiap pengendara yang melintasi jalan tersebut selalu merasa khawatir.
Menengok ke belakang, hanya ada satu jalan Alas Roban, yaitu jalan Poncowat

Jalan tersebut dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-36. Dia memerintah dari tahun 1808 hingga 1811.

Sekarang ceritanya telah berubah. Sekarang jalan baru telah dibangun. Jika pengemudi ingin melakukan perjalanan ke Semarang atau sebaliknya ke Jakarta, ada jalur alternatif. Ada dua koridor yang dibangun pada 1990-an dan 2000-an.

Tak hanya cerita seramnya, jalan raya Alas Roban juga pernah dikenal rawan kriminalitas. Jalan yang berliku dan panjang membuat pengendara takut menyeberang jalan sendirian di malam hari. 

Banyak penjahat berkisar dari pencuri hingga tupai pelompat. Karena rawannya, kendaraan yang melintas di malam hari tidak berani. Untuk kendaraan yang datang dari arah timur Semarang berhenti di depan Pasar Plelen. Sementara istirahat diBanyuputih barat Jakarta.

Mereka tidak berani menyeberang jalan menuju Alas Roban hingga pukul 05.00 WIB. Bahkan jika Anda berani menyeberang pada malam hari, Anda harus menunggu kendaraan lain. Sedikitnya enam kendaraan.

Kini cerita hantu dan kejahatan berangsur-angsur menghilang dari benak orang. Di bawah jalan tol, Roban berangsur-angsur dipenuhi mobil dan motor. Dan sekarang juga banyak orang yang berjualan makanan di pinggir jalan. 

Misteri Allas Roban

Menurut warga sekitar, kakek-nenek sering melihat karpet roban membawa lampu minyak di sudut jalan. Mungkin kakek ingin memperingatkan bahwa ada belokan.


Senin, 10 April 2023

Wisata Air Terjun Curug 7 Bidadari yang Mempesona

 Wisata Air Terjun Curug 7 Bidadari yang Mempesona


TRAVELLING KITA - Keindahan dan pesona alam Curug 7 Bidadar memang sesuai dengan namanya. Jangan salah, meski destinasi wisata alam Semarang ini tidak memiliki 7 bidadari cantik berendam seperti namanya, Anda tetap akan terpesona saat datang melihatnya secara langsung.
 
Pesona alam Semarang sudah tidak diragukan lagi. Beberapa tempat wisata di Semarang memang sangat-sangat menyenangkan bagi pengunjung. 

Mungkin Anda sudah pernah ke Eling Bening dan melihat dengan mata kepala sendiri betapa indahnya alam di Semarang.
Atau Anda juga bisa melakukan beberapa tempat wisata menarik di Ambarawa.

Air terjun ini memiliki keunikan yang berbeda dengan air terjun lainnya. 
Curug air terjun ini memiliki 3 tingkat dan tingginya mencapai 14 meter. 

Setiap tingkat adalah 6-7 meter dan di bawah setiap tingkat terdapat kolam dengan air bersih. Anda bisa berenang di kolam-kolam ini dan menikmati sejuknya air yang mengalir dari atas.

Sekilas Cerita Tentang Mitos dan Sejarah Curug 7 Bidadari

Air terjun ini pertama kali ditemukan pada pertengahan tahun 2010. Kemudian mulai dibangun sebagai kawasan wisata oleh Wakil Bupati Bantu Semarang saat itu dengan dukungan dana swadaya masyarakat setempat. Dan kini Curug 7 Bidadar telah menjadi tujuan wisata yang populer dan selalu ramai pengunjung. 

Pekerjaan konstruksi situs sudah mulai selesai, dan sambungan jalan juga sudah mulai diperbaiki, sehingga memudahkan pengunjung untuk datang.

Ada cerita menarik di balik keindahan alam Curug 7 Bidadar yang hingga kini masih menjadi opini masyarakat setempat. 

Nama 7 Bidadari berasal dari tujuh bidadari yang konon turun dan mandi di air terjun ini untuk menghilangkan kutukan. Itulah sebabnya penduduk setempat memberinya nama itu. Hingga saat ini, nama tersebut dikaitkan dengan air terjun yang semakin populer. Jadi jangan pernah berharap untuk bertemu malaikat sungguhan.

Lokasi Curug 7 Bidadari 

Curug 7 Bidadari terletak di Desa Keseneng, Sumowono, Kab. Semarang, Jawa Tengah. Letaknya tidak terlalu jauh dari banyak tempat wisata alam lainnya di Semarang seperti Curug Lawe dan Watu Gunung Ungaran.






Menelusuri Tapak Tilas Alas Purwo Banyuwangi sebagai Hutan Tertua dan Wisata Alam Menarik di Pulau Jawa

 Menelusuri Tapak Tilas Alas Purwo Banyuwangi sebagai Hutan Tertua dan Wisata Alam Menarik di Pulau Jawa


TRAVELLING KITA - Alas Purwo merupakan salah satu tempat wisata andalan Banyuwangi.

Yang terkenal dengan keindahannya yang luar biasa dan mengandung jejak misterius yang tak terhitung jumlahnya pada masanya.

Alas Purwo dijuluki sebagai tempat santet. Warga Banyuwangi membenarkan hal itu.

Beberapa tempat masih sering dianggap angker, misterius dan penuh misteri. Karena disana terdapat candi, makam tua, petilasan dan goa. Umat ​​Hindu sering melakukan ritual adat di berbagai pura.

Namun terlepas dari itu, Alas Purwo menampilkan keindahan keanekaragaman flora dan fauna.
Ada padang rumput savana, pantai pasir putih yang indah, dan hutan bakau.

Daerah ini memiliki berbagai macam mamalia, reptil, burung dan amfibi. Alas Purwo terus menjaga kebersihan, masyarakat sekitar juga terus menjaga hutan.

Namun jika ingin mengunjungi hutan ini, Anda harus berhati-hati.
Karena hutan ini masih terkenal dengan beberapa tempat yang masih disebut angker.


Dikatakan bahwa jika seseorang tersesat di Alas Purwo, dia tidak akan pernah kembali atau ditemukan.

Sejauh ini, teori ini belum dikonfirmasi. Namun hingga kini, jenazah orang yang hilang tersebut belum ditemukan.
Oleh karena itu, harap ikuti aturan yang masih berlaku jika ingin mengunjungi tempat tersebut.
Ingatlah untuk menghormati adat dan budaya setempat.

Hutan tertua di Jawa ini menawarkan aktivitas wisata yang cocok untuk Anda.
Berselancar, berkemah, ski air, mengamati burung, dan Anda bisa melihat penangkaran penyu. 

Tiket masuk untuk wisatawan Indonesia adalah Rp 5.000-50.000.
Tiket untuk turis asing dijual mulai (150.000 - Rp 225.000).



Sabtu, 08 April 2023

Menelusuri Pesona Desa Wisata Tepus di Gunung Kidul

 Menelusuri Pesona Desa Wisata Tepus di Gunung Kidul


TRAVELLING  KITA - Topografi  pegunungan di sebelah pantai membawa Desa Wisata Tepus yang terletak di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masuk dalam 50 besar desa wisata dalam ajang Indonesia Tourism Village Awards (ADWI) 2022. 
 
Desa Wisata Tepus terletak 70 kilometer dari kota Yogyakarta dan dapat ditempuh sekitar 1,5 jam dengan kendaraan darat. Desa Tepus sendiri memiliki 12 pantai yang bisa dikunjungi  wisatawan. Enam di antaranya dijuluki "pantai perawan" karena masih sepi dan tidak diketahui banyak orang. Wisatawan hanya membayar Rp 10.000 untuk mengunjungi pantai ini. 
 
Daya Tarik Desa Wisata Tepus


Ombak pantai selatan yang menyenangkan dan pasir putih di sepanjang  pantai membuat wisatawan betah berada di desa yang dikenal sebagai Dewi Kampus (Desa Wisata Desa Madani Tepus). 

Desa ini juga menawarkan paket wisata  budaya. Wisatawan  diajak untuk menjelajahi desa dengan mengunjungi berbagai fasilitas wisata alam dan buatan milik jadesta.kemenparekraf.go.id. Selain itu letak geografis yang berbatasan dengan South Beach membuat tempat ini menjadi peluang untuk menawarkan wisata Virgin Beach kepada wisatawan yang berkunjung dengan jeep. Oleh karena itu, selain peluang wisata  alam, desa wisata Tepus juga memiliki daya tarik lain. Diantaranya adalah seni budaya yang terus dilestarikan seperti seni Jathilan, seni Ketoprak, Karawitan, Rasulan, Telaga Bersih, Kendur, Send Dowa, Nglengan Paris, Pasang Gawar al Larung. 

Pelayanan dan biaya tempat wisata 
 
Desa wisata Tepus memiliki fasilitas yang cukup ideal. Ini termasuk tempat parkir, ruang pertemuan, kamar mandi umum, musala, ruang makan, area Wi-Fi dan homestay. Ada beberapa pilihan akomodasi atau homestay dengan harga mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 250.000. Destinasi wisata yang bisa dinikmati wisatawan  tidak begitu beragam. Ada atraksi buatan, Kerajinan Perak,  yang mengedukasi pengunjung tentang berbagai souvenir logam perak mulai dari  Rp 10.000. Kemudian Anda bisa melihat proses dan membuat batik tulis  mulai Rp 75.000, naik jeep mulai Rp 300.000, makan malam meriah mulai Rp 45.000, melihat dan belajar karawita mulai Rp 15.000, dan belajar memasak singkong harga mulai Rp 10.000. 
 

Menurut Sandiaga, kunjungan desa wisata semakin meningkat, jika berbicara  Kabupaten Gunungkidul maka yang terlintas di benak adalah desa wisata terbaik dunia  Nglanggeran. Namun, katanya tahun ini  Tepus menjadi desa wisata karena keindahan alamnya.  

Menparekraf menyebut selama  2021 jumlah kunjungan ke desa wisata meningkat 30 persen. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Wisatawan datang tidak hanya untuk melihat, tapi juga untuk membeli produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang dijual di desa wisata. Harapannya ekonomi lahir dan direvitalisasi, sehingga target 1,1 juta lapangan kerja pada 2021 dan 2024 bisa tercapai. akan terealisasi 4,4 juta lapangan pekerjaan,” ujarnya.




Melihat Keindahan Sunsrise di Gunung Kidul dari 5 Tempat

 Melihat Keindahan Sunsrise di Gunung Kidul dari 5 Tempat


TRAVELLING KITA - Selain menikmati suasana alam yang asri, singgah saat matahari terbit di kawasan istimewa Yogyakarta (DIY) Gunungkidul bisa memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Manajer Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Gunungkidul Arif Aldian mengatakan, ada beberapa alternatif tempat menyaksikan matahari terbit atau sunrise di  ibu kota Wonosari.
 
Berikut beberapa rekomendasi tempat untuk melihat matahari terbit di Gunungkidul. Tempat melihat matahari terbit di Gunungkid 
 
 1. Gunung Api Nglangera Purba  
 

Gunung api purba adalah sebutan untuk fosil gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi atau telah mati. Tempatnya di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Tempat ini berjarak kurang lebih 25 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Usia gunung ini diperkirakan sekitar 60-70 juta tahun.  
 
Gunung Api Purba Nglanggeran memiliki puncak bernama Gunung Gede yang sering dikunjungi wisatawan untuk melihat matahari terbit di Gunungkidul. Untuk mendaki ke sana, dibutuhkan waktu sekitar 40 menit  untuk mencapai puncak gunung. Selain matahari terbit, gunung ini juga menjadi salah satu tujuan pendakian yang sangat penting. Dengan ketinggian hanya sekitar 700 meter di atas permukaan laut (mdpl),  tidak terlalu menyulitkan pendaki pemula.  
 
2. Gunung Ireng 
 

Tempat lain yang direkomendasikan untuk melihat matahari terbit di Gunungkid adalah trek gunung Ireng. Jaraknya cukup dekat dengan kota Yogyakarta, yaitu. sekitar 25 kilometer. Lokasi tepatnya di Desa Pengkok, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Gunung ini juga mudah diakses. Hal ini dikarenakan Gunung Ireng merupakan gunung yang tingginya kurang lebih 200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pengunjung hanya perlu berjalan kaki dari tempat parkir menuju puncak  sekitar lima menit, tidak perlu mendaki yang melelahkan. Selain itu, jalurnya mudah dan tidak licin 
 
Untuk hunting sunrise, datanglah pagi-pagi untuk mendapatkan waktu terbaik. Dengan sedikit keberuntungan, pengunjung bisa menemukan lautan kabut sebelum matahari terbit. 
 
3. Geoforest Turunan Watu Payung  


Salah satu destinasi hunting sunrise Gunungkidul yang paling populer  adalah Geoforest Turunan Watu Payung. Terletak di  Desa Turuna Girisuko, Kecamatan Panggang Gunungkidul, jarak  dari pusat kota Yogyakarta adalah 30 kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu jam. 
  
BMKG menyebut matahari belum muncul di sini hingga pukul 05.40 WIB. Oleh karena itu, para pemburu sunrise harus datang sekitar pukul 05:00 WIB untuk mempersiapkan perlengkapan fotografinya. 
 
Dari atas, Anda bisa melihat kawasan geoforest Watu Payung Turunan dengan kabut menawan meski matahari belum terik.Objek wisata ini terletak di sisi utara, menghadap ke hamparan pegunungan hijau dan lembah. Kabut pagi terlihat begitu indah melayang di antara perbukitan dan mengikuti alur lembah. 
 
4.  Gunung Gambari


Kadispar Gunungkidul juga menyebut Gunung Gambari sebagai salah satu tempat melihat matahari terbit di Gunungkidul. Lokasi tepatnya Gunung Gambari adalah Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Jogjakarta. Gunung ini menawarkan panorama alam di ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung Gambari tidak hanya cantik, tetapi juga merupakan peninggalan salah satu pahlawan nasional Indonesia, yaitu Pangeran Sambernyawa atau Mangkunegara I. 
 
Beliau adalah penguasa pertama sekaligus pendiri Kadipaten Mangkunegara bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I. Pangeran Sambernyawa berperang melawan VOC sehingga dikukuhkan sebagai pahlawan nasional pada tahun 1983. Jarak dari pusat kota Jogjakarta ke Gunung Gambari adalah sekitar 51 kilometer dan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.  

5. Stone Park Derivatives 


TRAVELLING KITA - Selanjutnya adalah wisata yang disebut Stone Park Turunan yang menampilkan keindahan matahari terbit meski hanya  sekitar 200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Wisata Watu Payung Geoforest Turunan Barat terletak di Turunan, Girisuko, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, DIY.  

Dari ketinggian terlihat panorama lembah sungai Oya yang indah di atas bukit yang luas. Maka tak heran jika banyak orang menjadikan tempat ini untuk melihat matahari terbit di Gunungkidul. Di selatan juga terdapat pemandangan Gunung Api Nglanggeran Purba dan Bukit Seribu. Jika cuaca cerah,  Gunung Lawu terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur yang tingginya mencapai 3.265 mdpl. Waktu terbaik mengunjungi Stone Park Turuna adalah saat pagi menjelang matahari terbit. 
 
Pengunjung juga bisa  berkemah di area tersebut jika tidak ingin berlama-lama untuk mengabadikan momen. Saat ini, pengunjung hanya perlu membayar biaya masuk opsional. Namun nanti kalau sudah resmi,  biaya masuknya Rp 3.000 dan perkemahan Rp 15.000 per orang.

Menelusuri Pantai Pasir Putih Situbondo

 Menelusuri Pantai Pasir Putih Situbondo


TRAVELLING KITA - Jawa Timur tidak hanya dikenal sebagai daerah dengan sejuta peninggalan sejarah, tetapi juga memiliki banyak tempat wisata alam yang menawan. Garis pantai Jawa Timur yang panjang dengan berbagai karakteristiknya menjadikan Jawa Timur sebagai  destinasi wisata pantai bagi wisatawan mancanegara maupun domestik. Salah satu pantai eksotis  di Jawa Timur adalah Pantai Pasir Putih. 
  
Pantai pasir putih ini terletak di bagian utara Pulau Jawa atau  Selat Madura. Keberadaannya yang terletak di bagian utara pulau Jawa membuat ombak pantai ini tidak terlalu besar dan cocok untuk wisata keluarga. Selain itu, lokasi Pantai Pasir Putih sangat strategis yaitu di jalur pantura tepatnya di Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Situbondo, Jawa Timur. 
  
Pantai Pasir Putih juga  dilengkapi dengan berbagai layanan wisata. Misalnya penginapan dengan harga yang sangat terjangkau dan restoran dengan berbagai menu masakan khas pesisir. Bagi pengunjung yang senang menyelam dan mengagumi keindahan bawah laut, pantai ini menjadi salah satu pilihan tepat untuk  aktivitas yang belakangan ini populer di kalangan wisatawan. 


Bagi yang tidak membawa perlengkapan snorkeling, jangan khawatir,  pantai ini memiliki berbagai jasa persewaan perlengkapan snorkeling, diving, hingga persewaan perahu untuk mengeksplor keindahan Pantai Pasir Putih. Menyusuri pantai pasir putihnya menenangkan hati, pasirnya putih, airnya jernih dan ombaknya tidak terlalu besar, jadi sangat menyenangkan mengunjungi pantai ini. Di sisi barat pantai terdapat dermaga tempat penumpang masuk dan keluar, dari sana Anda bisa melihat sisi lain dari pantai pasir putih. 
 
Pemda Situbondo bersama pemangku kepentingan akan terus berupaya mewujudkan Pantai Pasir Putih  menjadi  destinasi wisata alam yang digandrungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Salah satu upaya tersebut  tidak memungut biaya  pengunjung yang ingin menikmati keindahan pantai. Tentunya pengunjung harus menyeimbangkan upaya tersebut  dengan meninggalkan sampah dan  menjaga kebersihan pantai setiap saat.




Menelusuri Bangunan Tua Kota Semarang sebagai Obyek Wisata ,KOTA LAMA

  Menelusuri Bangunan Tua ,Kota Semarang sebagai Obyek Wisata ,KOTA LAMA TRAVELLING KITA - Kota Lama Semarang menjadi sebuah saksi sejarah ...